ENVIRONMENTAL AWARENESS; SOLUSI PASAR SUMBER KABUPATEN CIREBON MENGATASI PERMASALAHAN SAMPAH



       Lingkungan merupakan tempat tinggal bagi semua makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Lingkungan yang bersih dapat membuat makhluk hidup didalamnya merasa nyaman dan aman. Kebersihan lingkungan merupakan cerminan bagi setiap orang dalam rangka menjaga kesehatan yang bermanfaat untuk kehidupannya (Khaerunisa dan Sulastri, 2021). Namun, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sebuah usaha untuk mengelola lingkungan agar tetap terjaga.

    Undang-undang no. 32 tahun 2009 pasal 1 ayat 2 dijelaskan bahwasannya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. UU tersebut telah menjabarkan bagaimana cara kita menjaga kelestarian lingkungan agar tidak merusak ekosistem di dalamnya. 

   Permasalahan lingkungan yang sering ditemui biasanya disebabkan oleh kurangnya rasa peduli terhadap lingkungan. Hal tersebut bisa disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan oleh lingkungan. Faktor lain yang ikut mempengaruhi adalah kurangnya perhatian pemerintah dalam menangani masalah lingkungan. 

      Salah satu cara untuk mengukur kesadaran lingkungan dalam masyarakat adalah dengan mengamati kebiasaan mereka membuang sampah. Jika masyarakat sudah terbiasa membuang sampah secara sembarangan maka tingkat kesadaran lingkungannya rendah, begitu pun sebaliknya. Sampah secara umum adalah sisa barang atau benda dari kegiatan manusia yang sudah tidak bermanfaat. Masalah sampah ini merupakan masalah yang sering ditemukan pada setiap daerah di Indonesia, tidak terkecuali di kota Sumber, Kabupaten Cirebon. Salah satu pasar di kota Sumber adalah pasar rakyat Sumber yang menjadi tempat transaksi jual-beli teramai di kota tersebut. 

    Kehidupan masyarakat zaman modern yang serba instan ini, rupanya secara sadar atau tidak kita telah merusak lingkungan. Hal ini bisa dilihat dari kondisi lingkungan Pasar Sumber yang penuh dengan sampah pada siang hari. Sampahsampah yang menumpuk biasanya merupakan sisa dagangan seperti sayuran, buah-buahan, daging, dan kantong plastik. Keadaan Pasar Sumber yang dipenuhi oleh sampah ini tidak berbeda jauh dengan 2 tahun sebelumnya, dimana saat penulis melakukan observasi terlihat sampah-sampah tersebut masih bertebaran di sudut-sudut pasar, sehingga tidak enak dilihat dan juga menimbulkan bau yang tidak sedap.

    Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa penyebab adanya permasalahan sampah di Pasar Sumber ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: 
1. Sebagian pedagang yang membuang sampah secara sembarangan (tidak mengenal tempat) 
2. Sampah warga yang dibuang ke pasar 
3. Kurangnya kerja sama antara pemerintah, petugas kebersihan, warga setempat, dan para pedagang 
4. kurangnya jumlah petugas kebersihan di Pasar 
 
  Berdasarkan hasil wawancara dengan 5 orang pedagang Pasar Sumber, penulis bisa mengklasifikasikan para pedagang di Pasar Sumber  menjadi dua kelompok. Pertama kelompok mayoritas, yaitu mereka peduli dengan keadaan lingkungan pasar yang sudah tercemar karena sampah. Sedangkan sisanya tidak begitu peduli karena merasa itu bukan tanggungan mereka, melainkan petugas kebersihan. Mereka yang peduli berpendapat bahwasannya merasa terganggu dan kurang nyaman dengan keberadaan sampah ini. Walaupun merasa tidak betah saat berada di pasar, mereka tetap saja berdagang dan menjadi terbiasa dengan lingkungan sekitarnya yang dipenuhi dengan sampah. 

     Perlu menjadi catatan bahwasannya tidak semua sampah yang berada di sudut pasar dibersihkan oleh para petugas kebersihan, sehingga menyisakan sampah yang mengganggu dan merugikan pedagang dan pembeli itu sendiri. Hal ini disebabkan karena kurangnya jumlah petugas kebersihan yang berada di Pasar Sumber. Namun, menurut penuturan salah satu petugas kebersihan yang bekerja, jumlah petugas tersebut sudah mencukupi yaitu 4 orang (3 orang membersihkan halaman dalam pasar dan 1 orang membersihkan halaman luarnya). Kurangnya jumlah petugas kebersihan mengakibatkan pasar seluas lima ribu hektar persegi tersebut tidak bisa dibersihkan secara total. 

       Berangkat dari permasalahan tersebut, maka kesadaran lingkungan merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diterapkan. Masyarakat kota Sumber yang terus mengalami banyak kemajuan, tentunya harus diimbangi dengan kesadaran lingkungan yang meningkat juga. Bentuk kesadaran lingkungan yang diterapkan oleh sebagian besar pedagang Pasar Sumber adalah mereka melakukan kegiatan menyapu dan mengepel di kios sendiri, kemudian memasukkan sampahnya ke dalam plastik, setelah itu baru menaruhnya di depan kios atau dikumpulkan di suatu tempat yang akan diambil oleh petugas kebersihan. Akan tetapi, ada saja pedagang yang acuh terhadap masalah lingkungan ini. Menurut pengakuan dari salah satu petugas kebersihan, ada saja pedagang yang ribut akibat masalah sampah ini, contohnya ketika pedagang A memberitahu pedagang B yang tidak membersihkan sampah di kiosnya agar merapihkan sampah tersebut dengan tujuan mempermudah petugas kebersihan. Namun, respons yang didapat bisa 2 macam, yaitu mengikuti sarannya atau tidak. 

        Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwasanya perlu ditanamkan kembali bentuk kesadaran lingkungan dalam masyarakat. Salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah sampah di Pasar Sumber ini adalah dengan menghadirkan agent of change yang dapat melakukan kolaborasi antara pemerintah, warga setempat, petugas kebersihan, dan para pedagang pasar. Agen perubahan ini merupakan point penting yang perlu dihadirkan, karena pada dasarnya masalah sampah ini berkaitan erat dengan budaya, sehingga perlu melakukan suatu perubahan dalam masyarakat mengenai lingkungan sekitarnya.  
 
         Budaya membuang sampah secara sembarangan yang tidak memperhatikan lingkungan ini perlu dihilangkan dalam masyarakat. Dampak yang ditimbulkan dari masalah ini besar cukup besar. Tugas dari agen perubahan dalam masalah ini adalah melakukan sosialisasi secara berkelanjutan mengenai pentingnya kesadaran lingkungan dan kerja sama untuk mengelola lingkungan kepada pemerintah, para pedagang, petugas kebersihan, dan warga setempat. Selain itu, pemerintah juga harus berkontribusi dalam masalah sampah ini dengan menambahkan jumlah petugas kebersihan dan juga tempat sampah. Hal tersebut dilakukan agar dapat memelihara kebersihan lingkungan Pasar Sumber. 

       Pada dasarnya manusia tidak bisa dipisahkan dengan alam, oleh sebab itu jika alam rusak maka makhluk hidup yang berada di dalamnya pun ikut terkena imbasnya. Oleh sebab itu, perlu adanya kesadaran lingkungan dalam masyarakat agar dapat menjaga dan mencegah kondisi lingkungan dari pencemaran. Namun, manusia kerap kali tidak peduli mengenai kondisi lingkungan sekitarnya, sehingga menimbulkan masalah-masalah yang kompleks.

     Permasalahan lingkungan yang biasa terjadi di masyarakat adalah sampah, salah satunya bisa ditemukan di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon. Masalah sampah ini sangat rumit, di mana melibatkan pemerintah, warga setempat, petugas kebersihan, dan para pedagang. Selain itu, para pedagang sendiri terlalu mengandalkan peran dari petugas kebersihan, sehingga apabila hari ini sampah tidak diambil maka sampah tersebut dibiarkan saja sampai keesokan harinya. Salah satu solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan sampah ini adalah dengan melakukan sosialisasi yang berkesinambungan. Intervensi pemerintah dalam masalah ini juga sangat diperlukan, seperti menambah jumlah petugas kebersihan dan tempat sampah di Pasar Sumber. 
 
DAFTAR PUSTAKA 

Khaerunisa, Novi, Rini Sulastri . 2021. Pengoptimalisasian Kebersihan Lingkungan Guna Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Kampung Babakan RW 11 Desa Cisondari. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung Vol: I No: XXXV

 Undang-undang Nomor 32 pasal 1 ayat 2 tentang Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup 


Komentar

Posting Komentar