Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang mengadakan monitoring ke beberapa perpustakaan SD-SMP di Kota Semarang. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan sarana-prasarana Perpustakaan. Kegiatan ini dilakukan oleh Duta Baca Kota Semarang pada tanggal 7 - 31 Oktober 2024.
Monitoring Perpustakaan yang dilakukan penulis berada di Perpustakaan SMPN 16 Kota Semarang, SDN 1 Purwoyoso, SDN 6 Purwoyoso, SDN 1 Ngaliyan, dan SDN 2 Ngaliyan. Kegiatan ini meliputi observasi perpustakaan dan wawancara pegawai perpustakaan.
Hasil monitoring penulis ini adalah semua pegawai perpustakaan SD adalah merangkap sebagai guru. Hal ini menyebabkan bertambahnya beban kepegawaian yang berdampak pada kinerja. Oleh sebab itu, pegawai perpustakaan lebih baik tidak merangkap sebagai guru agar dapat maksimal dalam mengelola perpustakaan.
Kemudian kegiatan literasi di lima sekolah yang dikunjungi penulis berjalan lancar dan dilakukan secara rutin setiap hari sebelum kegiatan belajar mengajar. Konsepnya adalah sebelum guru mengajar setiap anak diwajibkan untuk membaca terlebih dahulu. Setelah itu, anak-anak diharuskan untuk membuat rangkuman dari apa yang dibacanya. Menariknya kegiatan literasi ini ada yang diperlombakan, dimana setiap tahunnya di SMPN 16 Kota Semarang mengumpulkan rangkuman anak-anak tersebut kemudian dipilih yang terbaik.
Beberapa sekolah lain mengadakan acara literasi khusus seperti SDN 1 Ngaliyan terdapat beberapa event setiap tahunnya yang mengundang Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang atau bahkan Duta lain untuk mengedukasi anak-anak. Kemudian di SDN 1 Purwoyoso yang selalu mengirim delegasi lomba literasi setiap tahunnya di tingkat Kota bahkan provinsi, hal ini dikarenakan setiap minggu nya anak-anak diharuskan untuk mengunjungi perpustakaan.
Sarana dan prasarana perpustakaan juga secara umum harus perlu ada peningkatan, misalnya dengan adanya dukungan penambahan buku-buku terbaru dan lemari perpustakaan baru. Selain itu, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang diharapkan dapat memberi dukungan baik materil maupun teknis agar perpustakaan dan pegawainya dapat memberikan pelayanan yang terbaik pada anak-anak. Apabila sarana dan prasarana perpustakaan meningkat maka dapat membuat anak-anak lebih nyaman dan indeks literasi sekolah pun diharapkan menjadi meningkat pula.
Komentar
Posting Komentar