Bekali Mahasiswa dengan Ilmu Kepenulisan, LRD UIN Walisongo gelar Webinar Karya Tulis Ilmiah

 Lembaga Riset dan Debat (LRD) UIN Walisongo mengadakan Webinar pada hari Jumat (16/05/2025). Webinar ini dilakukan secara online melalui Google Meet dengan mengangkat tema "Transformasi Penelitian menjadi Narasi Ilmiah; Seni dan Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah."

Webinar nasional ini diisi oleh seorang narasumber yang ahli dan sudah berpengalaman menjadi penulis karya ilmiah baik di bidang sosial maupun hukum yaitu Salwa Nida, S.H., M.H. Pada pembukaannya beliau menjelaskan mengenai beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan karya tulis ilmiah.

"Jadi kalau kita ingin menulis karya ilmiah maka harus memperhatikan topik yang akan dipilih,  rancangan penelitian, gap research/novelty, dan pedoman penulisan" ucapnya.

Berikutnya Salwa Nida menjelaskan mengenai keempat hal di atas, pertama mengenai topik karya ilmiah yang dipilih harus disukai.

"Saat ingin memilih topik karya ilmiah maka harus yang kita sukai agar saat kita menulis itu dapat maksimal atau totalitas" ujarnya.

Beliau juga memberikan penjelasan mengenai cara mendapatkan gap research dengan cara yang mempelajari karya ilmiah sebelumnya, mencari isu yang jarang dikaji, mencari pendekatan teori yang lebih efektif, dan mencari rumusan masalah yang berbeda. 

"Gap research itu sebenernya mudah buat di cari, kalian perlu mempelajari karya ilmiah sebelumnya, mencari isu yang jarang dikaji, mencari pendekatan teori yang lebih efektif, dan mencari rumusan masalah yang berbeda" ujarnya.

Selanjutnya Salwa Ida memberikan penjelasan secara komprehensif mengenai rancangan penelitian mulai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, metodologi penelitian, hingga referensi.

"Terus mengenai rancangan penelitian itu terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, metodologi penelitian, hingga referensi" ucapnya.

Berikutnya beliau juga memberikan tips and trick dalam menyesuaikan karya ilmiah yang dibuat dengan pedoman penulisan.

"Setelah menulis karya ilmiah maka harus menyesuaikan Format Penulisan, Check-Recheck Typo, penggunaan kata, spasi dan lain-lain. Terus terakhir jangan lupa untuk meminta orang lain untuk membaca tulisan Anda. apakah orang lain bisa memahami isi karya ilmiah kalian atau enggak, kalau paham maka karya ilmiah kalian bagus" ujarnya.

Kemudian menurut Sulthan Noor Imbawinata Effendi selaku moderator dalam webinar  menyatakan bahwa dirinya berharap teman-teman mahasiswa dapat memanfaatkan acara ini  dengan sebaik mungkin untuk mengimplementasikan idenya ke dalam bentuk karya ilmiah.

"Webinar ini menjadi sebuah ajang bagi mahasiswa untuk saling mengembangkan skill nya di bidang kepenulisan dan mampu untuk mengaplikasan ide atau inovasinya ke dalam bentuk karya ilmiah " ucapnya.

Selanjutnya menurut Muhammad Rifki Prayoga sebagai perwakilan dari Divisi Riset mengatakan bahwa diskusi ini menjadi sebuah kesempatan besar untuk memotivasi mahasiswa agar mampu membuat karya ilmiah yang berkualitas. 

"Tentunya dengan terselenggaranya webinar ini, saya berharap teman-teman mahasiswa dapat memahami karya ilmiah dengan baik dan semakin semangat untuk menemukan berbagai ide yang nantinya dapat dijadikan sebagai bahan karya ilmiah" ucapnya.

Komentar