- Judul: Masih Belajar
- Sub Judul: Menggapai Hidup Bermakna di Usia Muda
- Penulis: Iman Usman
- Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit: 2019
- Tempat Terbit: Jakarta
- Jumlah Halaman: 222
3. Ringkasan Isi Buku
I Want to Leave this World better than when I Came. Pernyataan tersebut telah memberikan gambaran mengenai sosok Iman Usman. Beliau merupakan seorang pengajar, pembicara, pengusaha, dan relawan sosial. Semua karakter tersebut melekat kepada beliau karena hasil kerja kerasnya dari masa sekolah. Iman mampu berkembang jauh di antara semua orang yang seumuran di kampungnya karena ia tidak takut gagal dan selalu belajar, sehingga siap menghadapi berbagai hal. Alhasil ia mampu menyabet beberapa prestasi internasional seperti UNICEF Young Innovator to Watch 2015. Namun, yang menjadi daya tarik dari sesosok Iman adalah ia tidak lupa untuk membagikan pengetahuannya kepada orang lain.
Salah satu bagian dalam buku ini menjelaskan bagaimana keluarga dapat membentuk kepribadian seseorang, seperti keluarga Iman yang mengajarkan pentingnya tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kemandirian bagi seorang anak. Ketiga hal tersebut dapat membentuk jati diri anak yang lebih di masa depan. Iman juga menceritakan bahwa dirinya mengagumi "Harry Potter" bahkan berkatnya ia dapat termotivasi untuk belajar bahasa inggris dan berbisnis. Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa ketika ingin menjadi ahli di suatu bidang maka carilah idola yang ahli di bidang tersebut agar dapat semakin termotivasi untuk terus belajar.
Buku "Masih Belajar" juga memberikan tips and trick untuk orang yang ingin belajar sesuatu di tengah lingkungan yang tidak mendukung. Intinya kita harus fokus kepada tujuan dan jangan sampai larut ke dalam omongan orang lain yang belum tentu benar. Kemudian kita harus pilih-pilih siapa saja orang yang ingin di dengar pendapatnya agar dapat menjadi pegangan di masa depan. Terakhir cari komunitas dan lingkungan yang mampu mendukung atau membantu mewujudkan mimpi kita. Iman juga menegaskan pentingnya membangun kecintaan pada belajar, karena hanya dengan terus belajar lah kita dapat meraih apa yang kita mau. Konsistensi juga menjadi hal yang fundamental. dimana belajar sedikit tapi terus-menerus akan lebih efektif ketimbang belajar lama tapi tidak beraturan.
Pada bab terakhir Iman menegaskan pentingnya berbagi kepada orang lain. Menurutnya berbagi merupakan wujud rasa syukur atas berbagai pencapaian yang telah ia raih. Ada banyak orang yang terlibat membantu kita untuk mengarahkan dan membuka jalan agar meraih apa yang diinginkan. Oleh sebab itu, dengan berbagi kepada orang lain maka kita dapat turut membantu mereka mewujudkan impiannya. Semakin banyak yang kita bagikan maka semakin banyak pula yang kita raih, sehingga jangan berpikiran dengan berbagi kita tidak meraih apapun.
4. Ulasan pribadi
Kelebihan buku ini adalah menggunakan gaya bahasa sehari-hari, sehingga mudah dipahami oleh siapapun. Penjelasannya juga cukup mudah dipahami dan tidak berbelit-belit. Adanya ilustrasi atau gambar juga mempermudah pembaca untuk memahami makna di balik tulisan. Buku ini cocok untuk di baca saat waktu luang atau malam hari menjelang istirahat sebagai bentuk refleksi kehidupan.
Adapun kekurangan buku ini adalah terletak pada alur cerita nya yang campuran, terkadang menceritakan masa lalu kemudian masa depan, akan tetapi pada pembahasan berikutnya mundur kembali ke masa lalu. Kemudian adanya cerita pendek dari teman Iman di berbagai bab dalam buku ini juga membuat pembahasannya tidak fokus.
Buku ini mengajarkan kepada kita semua bahwa proses belajar adalah hal fundamental dalam hidup yang wajib kita cintai. Iman Usman adalah sosok orang yang telah membuktikan bahwa hanya dengan belajar ia mampu menembus kemustahilan. Berawal dari seorang anak yang tumbuh di desa sampai dengan mampu berkuliah di New York adalah bukti nyata dari proses belajar yang tidak kenal lelah dan gagal. Buku ini menjadi pedoman bagi penulis dalam menjalani kehidupan perkuliahan agar setelah lulus memiliki banyak pengalaman yang berharga dan bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar